Welcome to

Tuesday, 1 September 2026

Fahad dan Bakso Malang (New Version 2026)


Entah sejak kapan, aku mulai merasa ada sesuatu yang aneh dalam persahabatanku dengan DJ dan Fahad. Siang itu, DJ mengajakku ke kantin untuk membeli cemilan karena stok kami sudah hampir habis. Saat sedang memilih makanan, tiba-tiba DJ bertemu dengan teman satu ekskul basketnya dulu.

“Eh, Fahad!” sapa DJ.

Cowok itu pun menoleh dan menghampiri kami. Namanya Fahad. Jujur saja, kesan pertamaku saat melihatnya adalah: cowok ini cukup menarik. Tubuhnya tinggi, hidungnya mancung, alisnya tebal, serta kulit cokelat yang membuatnya terlihat seperti perpaduan Arab dan Indonesia.

Namun, bukan hanya penampilannya yang membuatku terkesan, Fahad juga ramah dan supel. Ia mudah bergaul dan tidak pernah membeda-bedakan orang saat bertemab. Setidaknya, itulah kesan pertama kutangkap saat berkenalan dengannya.

Sejak hari itu, semuanya berjalan begitu saja. Tanpa sadar, aku, DJ dan Fahad menjadi sangat akrab. Kami sering menghabiskan waktu bersama, pergi ke kantin bersama, pulang sekolah bersama, bahkan sekedar mengobrol tentang hal-hal tidak penting pun terasa menyenangkan.

Bersama mereka, aku merasa nyaman. Terlalu nyaman bahkan sampai sering lupa bahwa sebenarnya aku sangat berbeda dari mereka.

DJ dan Fahad sama-sama tinggi dan atletis, sedangkan aku? Yah... bisa dibilang jauh dari kategori itu. Kadang aku bercanda pada diri sendiri kalau tinggiku mungkin cuma setengah dari mereka. Oke, itu memang agak berlebihan.

Tapi serius, perbedaan itu tidak pernah membuat mereka memperlakukanku dengan cara yang berbeda. Mereka tetap bersikap biasa saja, seolah aku sama kerennya dengan mereka.

Eh, tunggu. Sebelum kalian membayangkan aku sependeka anak SD, aku luruskan dulu. Tinggi DJ sekitar 165 cm, Fahad 180 cm dan aku 150 cm. Jadi memang pendek sih... tapi tidak separah yang kubayangkan sendiri. Walaupun kadang tetap bikin insecure. Hiks, hiks, hiks.

Fahad termasuk orang yang murah hati. Entah sudah berapa kali dia memberi aku dan DJ camilan, cokelat, atau sekedar mentraktir kami bakso sepulang sekolah. Awalnya aku menganggap itu hal yang biasa. Tapi lama-kelamaan, aku jadi merasa nggak enak sendiri. Rasanya terlalu sering menerima tanpa bisa membalas apa-apa.

Namun, ada hal lain yang jauh lebih menggangguku.

Entah sejak kapan, hubungan DJ dan Fahad mulai terasa aneh. Padahal sebelumnya mereka terlihat baik baik saja. Mereka masih bercanda seperti biasa, masih sering bersama, tapi ada sesuatu yang berubah. Aku bisa merasakannya, meskipun tidak benar-benar mengerti apa.

Yang membuatku bingung, mereka mulai saling menjelek-jelekkan di depanku.

Saat sedang berdua denganku, DJ tiba tiba mengeluhkan Fahad. Katanya Fahad begini, Fahad begitu. Anehnya, beberapa hari kemudian Fahad melakukan hal yang yang sama. Dia juga bercerita tentang hal-hal yang tidak disukainya dari DJ.

Aku cuma bisa mengedip bingung.

Hei, sebenarnya ada apa sih dengan kalian berdua?

Jujur saja, aku heran. Di depanku mereka masih terlihat akur. Tapi begitu salah satunya tidak ada, yang lain mulai mengeluh.

Suatu siang, aku tidak sengaja bertemu Fahad di kantin. Karena sama-sama tidak punya kegiatan, kami akhirnya duduk dan mengobrol sampai sore. Topiknya macam-macam, mulai dari tugas sekolah sampai hal-hal random yang bahkan tidak penting.

Sampai tiba-tiba Fahad berkata,

“Dee... aku sebel sama DJ.”

Aku menoleh.

“Kenapa?”

Fahad mengangkat bahu. “Nggak tahu. Kayaknya dia sok banget akhir-akhir ini.”

Aku terdiam beberapa detik.

Lagi-lagi DJ.

Lagi-lagi keluhan tentan DJ.

Anehnya, beberapa hari sebelumnya aku juga mendengar keluhan yang hampir mirip dari DJ tentang Fahad.

Saat itu aku hanya bisa tersenyum kikuk. Aku bener-bener tidak tahu harus berkata apa. Rasanya seperti terjebak ditengah-tengah dua sahabat yang diam-diam sedang berperang, sementara aku bahkan tidak tahu apa penyebabnya.

Malam itu, sepulang dari minimarket, aku dan DJ memutuskan berjalan-jalan sebentar disekitar komplek. Udara malam terasa cukup sejuk, membuat kami betah mengobrol lebih lama dari biasanya.

Saat sedang berjalan santai, tiba-tiba DJ bersuara.

“Ih, Dee, DJ sebel tau sama Fahad. Dia sekarang sok cuek banget sama DJ.”

Aku langsung menoleh.

Lagi-lagi Fahad.

Jujur saja, aku mulai merasa tidak nyaman berada di posisi ini, di satu sisi DJ adalah sahabatku. Di sisi lain, Fahad juga teman yang baik. Tapi akhir-akhir ini mereka terus mengeluhkan satu sama lin di depanku.

Sebenarnya aku harus bagaimana, sih?

Yang membuatku semakin bingung, sikap mereka kepadaku tidak berubah sama sekali. Mereka tetap bersikap baik seperti biasanya.

Bahkan Fahad malah semakin serig mengajakku bicara. Anehnya lagi, dia beberapa kali mentraktirku tanpa mengajak DJ. Kadang dia memberiku camilan, kadang coklat atau sekedar makanan favoritku.

Tentu saja aku tidak enak hati.

Karena itulah setiap kali Fahad memberiku sesuatu, aku selalu teringat pada DJ. Aku sering membagi apa pun yang diberikan Fahad kepadaku. Rasanya tidak adil jika hanya aku yang menikmatinya.

Tapi yang aneh, DJ selalu menolak.

Suatu hari aku membawa sandwich ke kelasnya. Aku sengaja tidak mengatakan siapa yang memberikannya.

“Nih, makan dulu,”kataku sambil menyerahkan sandwich itu.

Tanpa curiga, DJ menerimanya lalu mulai makan. Setengah sandwich berhasil dia habiskan.

Aku yang merasa tidak enak akhirnya berkata jujur.

“Oh ya, tadi itu dari Fahad, lho. Aku ketemu dia di bawah, terus dia ngasih...”

Kalimatku bahkan belum sempat selesai.

DJ langsung menghentikan makannya.

Wajahnya berubah seketika.

Tanpa mengatakan apa-apa, dia menyodorkan kembali sandwich itu ke tanganku, lalu berdiri dan masuk ke dalam kelas.

Begitu saja.

Aku hanya bisa berdiri mematung di depan pintu kelas dengan setengah sandwich di tangan.

Bingung.

Heran.

Dan semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara mereka berdua.

Parahnya, hanya karena Fahad dan sebungkus bakso Malang, aku sampai bertengkar hebat dengan DJ. Sejak saat itu, persahabatanku dengannya mulai merenggang.

Kejadiannya terjadi sehari setelah ulang tahunku, tepatnya hari Minggu. Hari itu Fahad mengajakku makan bakso Malang. Anehnya, dia hanya mengajakku dan tidak mengajak DJ. Karena merasa tidak enak, aku tetap menawarkan agar DJ ikut bersama kami.

"Ya terserah," jawab Fahad malas.

Aku pun mengajak DJ, tetapi dia langsung menolak mentah-mentah. Ya sudah, mau bagaimana lagi.

Jujur saja, saat itu aku sempat GR. Aku heran kenapa Fahad tiba-tiba jadi baik sekali kepadaku tepat saat moment ulang tahunku. Meskipun tidak mau ikut makan bersama, DJ sempat berkata,

"Kalau gitu titip satu porsi bakso Malang, dibungkus ya." Dan DJ memberikan uang sebesar Rp.50.000,-

Saat aku dan Fahad sedang memesan bakso, aku sekalian memesan satu porsi untuk dibawa pulang. Fahad terlihat heran.

"Buat siapa?"

"Buat DJ," jawabku.

Mendengar itu, Fahad hanya mengangkat bahu. Dari ekspresinya aku tahu dia tidak berniat membayarkan pesanan untuk DJ. Aku juga tidak terlalu berharap toh DJ sudah memberikan uangnya untuk beli bakso tersebut.

Masalahnya, saat akan membayar, uangnya ternyata pas dan tidak ada kembalian. Akhirnya Fahad yang membayar semuanya, termasuk bakso bungkus untuk DJ. Aku langsung merasa tidak enak.

Sesampainya di rumah DJ, aku langsung menyerahkan bakso pesanannya. Dia menerimanya dengan sebuah senyum yang entah kenapa sulit kuartikan.

Lalu tiba-tiba dia bertanya,

"Mana kembalian uangnya? Aku mau beli es."

Aku langsung panik.

Kalau aku jujur bahwa bakso itu dibelikan Fahad, aku yakin DJ akan marah. Tapi kalau berbohong, aku juga merasa bersalah.

Akhirnya aku memilih jalan yang salah.

"Uangnya kebawa sama Lala tadi sempat nitip, karna tadi sempat bareng pulangnya ," bohongku. Lala yang suka bantu – bantu dirumahku

DJ mengangguk begitu saja.

Aku mengembuskan napas lega. Dalam pikiranku, nanti aku tinggal menukar uang dan menggantinya. Beres.

Tapi ternyata masalahnya tidak selesai sampai di situ.

Sebenarnya aku ingin jujur sejak awal. Lagi pula aku juga bersyukur karena Fahad sudah membantu membayar. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa DJ begitu tidak suka menerima apa pun dari Fahad.

Dan yang lebih membuatku kesal, aku terus berada di posisi yang serba salah.

Sayangnya, aku malah lupa menukar uang itu.

Sorenya, saat aku sedang berjalan bersama DJ di taman, dia kembali menanyakan uang tersebut. Aku asal menjawab bahwa aku belum membawanya.

Awalnya aku pikir semuanya aman.

Ternyata tidak.

Iseng aku bertanya,

"Bakso Malangnya udah dimakan belum?"

DJ menjawab datar,

"Udah aku buang."

Aku langsung berhenti melangkah.

"Hah? Dibuang?"

Jujur saja, saat itu aku kesal setengah mati. Aku tau DJ sedang bokek, tapi dia malah membuang makanan begitu saja.

Barulah aku sadar.

Entah bagaimana caranya, DJ ternyata sudah tahu kalau bakso itu dibelikan oleh Fahad.

Aku berusaha menjelaskan, tetapi dia sama sekali tidak mau mendengarkan.

Sejak saat itulah hubunganku dengan DJ mulai berubah. Kami sering saling diam, saling menghindar, dan tidak lagi sedekat dulu.

Aku sudah berkali-kali mencoba meminta maaf, tetapi semuanya sia-sia. DJ tetap bersikap dingin. Sedih sekali rasanya.

Hanya karena Fahad, seseorang yang baru kukenal beberapa bulan, aku harus kehilangan kedekatan dengan sahabat yang sudah lama menemaniku.

Belakangan, aku akhirnya mengetahui alasan di balik semua keanehan itu. Ternyata Fahad menyukai DJ. Sayangnya, perasaannya ditolak karena saat itu DJ sudah menyukai seseorang, Heidi, anak tim basket juga. Dan yang membuatku semakin kesal, tanpa sadar aku justru terseret ke dalam masalah mereka.

Aku mulai curiga Fahad sengaja mendekatiku untuk membuat DJ cemburu. Sementara itu, DJ malah menganggap aku sebagai penyebab semuanya. Menurut DJ, aku tidak tahu terima kasih. Dia merasa akulah yang "merebut" Fahad darinya, padahal yang mengenalkan Fahad kepadaku sejak awal adalah dirinya sendiri. Seolah-olah semua kesalahan ada padaku. Padahal aku tidak pernah meminta berada di posisi itu. Aku hanya ingin berteman dengan mereka berdua.

Kadang kalau mengingat semuanya sekarang, aku masih merasa kesal. Mereka sama-sama sibuk dengan perasaan dan ego masing-masing, sementara aku terjebak di tengah-tengah tanpa tahu harus berpihak ke siapa.

Dan mungkin yang paling menyakitkan bukanlah pertengkaran itu. Melainkan kenyataan bahwa tidak satu pun dari mereka menyadari betapa tidak nyamannya posisi yang harus kujalani saat itu.

Saat itu, aku merasa Fahad mengambil kesempatan dalam kesempitan. Akibatnya, kesempatan yang kumiliki untuk mempertahankan persahabatan dengan mereka perlahan lenyap. Pada akhirnya, tidak ada lagi kesempatan bagiku untuk tetap berteman baik dengan mereka. Dan di sisi lain, kesempatan Fahad untuk menjalin hubungan dengan DJ ternyata juga tidak pernah ada sejak awal.


Pernah Terbit di Majalah Online 

Cantante

Wednesday, 15 November 2023

Setidaknya INDAH itu ada (Part 1)


KeINDAHan...

Yang diluar dugaanku

Tak pernah ada rasa suka, biasa saja.

Membayangkannya pun tak mau

KeINDAHan...

Aku menghindar darinya

Mencoba membentengi diri setinggi tingginya

Agar tak bisa masuk bahkan melewatinya

KeINDAHan...

Aku takut membuat diri ini kecewa

Teramat takut

Seperti yang sudah sudah

Bentengan itu ku perkuat

Lalu kau mencoba ingin mendobraknya

Dengan cara mencoret bentengan itu sehingga aku marah

Sehingga aku keluar dari bentengan itu

Mencoba untuk menghapus coretan yang salah

Yang sama sekali tidak ada KeINDAHan didalamnya

Mencoba memberi pengertian

Kenapa ada Bentengan yang sangat tinggi

lalu aku mencoba mengerti

Maksud apa yang akan dibawa oleh KeINDAHan tersebut

Kedalam Bentengan itu

Bentengan itu perlahan ku rendahankan sedikit

Agar KeINDAHan setidaknya bisa melihat apa yang sedang terjadi dibalik itu.

KeINDAHan...

Perlahan mulai mengerti apa yang terjadi

Bentengan tersebut direndahkan lagi

Agar Kau bisa melihat sedikit lebih jelas

KeINDAHan...

Kau sudah paham dan mengerti...

Benteng tersebut terbuka sedikit pintunya...

Sembari kau tetap mencoba lagi dan lagi untuk memahami

Aku pun mencoba membiarkan itu terjadi

Membiarkan keINDAHan itu melewati Pintu bentengan yang sudah mulai terbuka perlahan..mencoba memahami maksud sebuah KeINDAHan itu untuk memasuki sebuah tempat yang dimana sudah porak poranda hancur oleh keadaan

Yang harus dirapihkan ulang menjadi lebih INDAH

dan sejak saat itu aku mulai paham , setidaknya INDAH itu ada.




Tuesday, 8 August 2023

Dear February (The Last Part ) Im Just Here ( Part 3)

Dear February..

Aku disini...

Tak kemana...

Tak beranjak...

Hanya Diam...

Mundur dari segalanya


Aku disini...

Tidak menunggu...

Sudah tidak menunggu

Benar sudah tidak...


Aku disini...

Berterima kasih Kepadamu

yang pernah ada


Aku disini...

Sudah tak ingin melihat

Melihat apapun tentangmu


Aku disini...

Berjuang menyembuhkah luka

Luka yang sangat beracun

Pedih...Sangat...Sesak


Aku disini...

Ku Mohon jangan datang


Aku disini..

Melepasmu ...

Melepas dari segala permainan yang kau ciptakan...


Aku disini..

Sendiri....

Hanya Aku

Bukan Kita (Lagi)


Good Bye February



Wednesday, 2 August 2023

Kosong (Part 3)

Kosong...

Bukan kata

Diatas kertas

Kosong...

Hati terasa kosong

Tapi bukan hampa

Kosong...

Perasaan Hampa

Tapi bukan mati rasa

Kosong...

Bukan pikiran

Ataupun otak

Tapi hidup

Kosong...

Sepi...

Tenang...

Tanpa rasa...

Kosong...

Iya kosong

Itu aku saat ini

Nikmati!!




IM JUST... HERE... (Part 2)

Aku disini...

Tidak pergi

Hanya perasaan ku yang perlahan pergi


Aku disini...

Tetap ada

Dan tanpa perasaan yang pernah ada


Aku disini...

Silahkan kembali

Aku tidak menahan bahkan menyuruh pergi


Aku disini...

Hanya sebagai Teman

Bukan Seseorang yang special


Aku disini...

Tidak akan pernah menggenggam erat pasir itu

Dan tidak pernah melakukan hal itu

Karna pasir mengganggu kuku ku jika digenggam


Aku disini...

Hanya Diam menunggu

Tidak pernah maju

Tetap (Sadar) pada tempatnya

Tak usah takut

Seharusnya aku yang takut


Aku disini...

Bukan Impulsif

Hanya manusia yang punya Hati dan perasaan

Yang kebetulan berlabuh secara tak sengaja kepada tempat yang tidak tepat


Aku disini...

Dengan ketidaksempurnaanku

Karna aku hanya manusia biasa


Aku disini...

Kecewa sangat

Tapi aku tak membenci


Aku disini...

Berusaha bernafas dengan baik

Dengan perasaan tak menentu


Aku disini...

Merindu

Tapi tak sama perasaan

Biasa saja


Aku disini...

Sendiri

Sepi

Tenang


Aku disini...

Menangis

Dengan segala yang sudah sudah


Aku disini...

Bersyukur dengan segala yang terjadi

Bersyukur ternyata cinta masih bisa tumbuh dihatiku


Aku disini...

Ternyata tidak mati Rasa

Masih ada Hati dan Perasaan

Bahkan Jiwa


Aku disini...

Bisa bertahan

Walaupun sendiri


Aku disini..

Iya disini dan tak kemana mana

Tetap menunggu

Seseorang yang tepat di waktu yang tepat

Untuk saling menjaga Hati dan Perasaan ini

Tidak seperti yang sudah sudah


Aku disini...

Selalu disini...

 




Sunday, 23 July 2023

IM JUST... HERE...

Aku disini...
Menulis tanpa kata
Karna tak ada satu katapun yang bisa aku ungkapkan...

Aku disini...
Tidak pergi tapi hanya diam
Diam dengan segala kebisingan yang ada

Aku disini...
Tidak meninggalkan siapapun
Hanya tak bisa berkata 
Melihat apa yang sudah kau katakan

Aku disini...
Dengan air mata yang tak bisa terlihat

Aku disini...
Sendiri merawat luka yang bertambah

Aku disini...
Hilang tanpa arah...

Aku disini...
Dengan semua kenangan

Aku disini...
Melewatinya sendiri

Aku disini...
Ya aku masih tetap disini...
Dan tidak pergi kemana mana
Dengan segala perasaan yang ada

Aku masih disini..
Dan kau tak disini..
Dan aku akan selalu disini...
Dengan rasa yang masih sama...

Aku disini...
Dan tak tau harus bagaimana

Aku disini...
Sedih...

Aku disini...
terluka...

Aku disini...
Menunggu...

Aku disini...
Bodoh!!!!!

Thursday, 6 July 2023

Sama Sama (Part 2 )

Sama sama hancur
Sama sama kehilangan arah
Sama sama di pertemukan oleh yang sama

Dan kemudian

Sama sama saling sayang
Sama sama membantu merawat luka
Tapi tidak sama sama untuk bisa dimiliki
Karna kita tidak sama sama pada sesuatu yang sama
Dan tidak sama sama menerimanya satu sama lain
Karna takut sama sama saling menyakiti

Lantas untuk apa sama sama bertahan?

Apa kita hanya sama sama menunda perpisahan?
Lalu sama sama menjadi asing...

Ntahlah...

Sunday, 2 July 2023

Untitle Love

👩 : Do you think im an idiot just bcoz i like you?
👦 : im sorry.. i wasnt thinking lightly of you, i wanted you to never find out
👩 : dont be ridiculous...
        you have never been sincere towards me
        and yet, i gave my all to make you acknowledge me.
        I regret it. I even wished that you could use me for ur obsession 
        over that girl u dream of but then again, i was probably useless in 
        your eyes

Sunday, 18 June 2023

Tidak Tepat

Rasa... Cinta 

Aku tak ingin mehilangkan rasa itu
Hanya karna aku pernah dibuat sakit olehnya
Yang harus ku lakukan adalah 
Menempatkan rasa itu pada tempatnya tanpa harus menghilangkan bahkan mematikan rasa cinta itu.

Ketulusan...
Aku pernah dan sering mencintai menyayangi seseorang dengan tulus..
Walau rasa itu bahkan membuat aku sakit..
Tak apa...
Aku hanya salah menempatkan ketulusan itu pada orang yang tidak tepat untuk ku...

Yang harus ku lakukan tetap lah berbuat tulus terhadap apapun .. tanpa mengharapkan balasan ketulusan kembali sampai nanti di tempatkan ketulusan itu dengan orang yang tepat dan bersyukur memilikinya.







Monday, 12 June 2023

Utara Elhuda's Words

Akhirnya kita menyerah

Pada hitungan takdir dan tanda alam
Pada ketukan titik-titik yang tak berujung namamu
Pada kicau panjang burung di senja yang turun

Angin ini bersenandung
Dalam pelukannya aku berduka
Tak akan lekang doa-doa
Meski langkah tak serupa

Pantai Kesirat, Gunung Kidul, Agustus 2022

Aku percaya pada jam yang berdetak di kamarmu
Aku percaya pada daun yang jatuh tiba-tiba
Aku percaya pada anak burung yang mencicit lapar
Aku percaya pada derai butir hujan

Tuhan tak pernah tergesa-gesa.

Geblek Menoreh, Kulon Progo, 21 Agustus 2022

Sebelum tiba fajar, aku berhitung mengenai deretan weton yang katanya membawa keberuntungan.
Belasan artikel astrologi menumpuk di kotak pencari.
Persetan tanggal bagus. Hanya kupercaya tanggal baik.
"Sekarang saja," kataku.
"Kenapa harus hari ini?"
"Degup ini tak bisa menunggu lagi."

Thursday, 25 May 2023

STAND BY ME

When the night has come
And the land is dark
And the moon is the only light we'll see
No, I won't be afraid
No, I won't be afraid
Just as long as you stand
Stand by me

So darlin', darlin', stand by me
Oh, stand by me
Oh, stand
Stand by me, stand by me

Lagu yang menurut aku Deep banget

Lagu yang aku suka

lagu yang bisa bikin aku merasa dicintai

sekaligus Lagu yang bisa bikin aku feeling blue

karna pada kenyataannya No one Stand By me

hanya ada Me , My Self and I

Sekilas terlihat menyedihkan

tapi at least ada aku sendiri

berdialog dengan diri sendiri itu menyenangkan

so lagu ini hadiah untuk diri ku sendiri

Sudah sangat mampu bertahan sampai saat ini.

sudah bertahan untuk tetap waras ditengah drama dunia tipu tipu ini 





Tuesday, 23 May 2023

Sama sama

Sama sama pernah disakiti

sama sama pernah ditinggal

sama sama capek untuk mengejar

tapi sama sama saling sayang

dan sama sama tidak mengakui

juga sama sama takut kehilangan

lalu ketika si sama sama ini bertemu

lantas siapa yang akan mempertahankan satu sama lain?

apa yang membuat tetap bersama?

Rasa Sayang yang hanya bisa nampak oleh sikap

tanpa saling mengungkapkan tapi saling menyembunyikan rasa yang sebenarnya terjadi

rasa yang terlalu indah hanya untuk disimpan begitu saja.

Entah sampai kapan "sama sama " ini akan tetap bertahan untuk di sembunyikan

karna sama sama takut untuk mengungkapkan yang sebenarnya

tapi sama sama tidak mau kehilangan

ya sudah lah




Drama Perasaan

Rasa..

Perasaan..

Apakah Rasa Perasaan itu masih ada? masih utuh?

atau sudah tidak ada sama sekali bahkan mati rasa

atau terpaksa untuk membunuh Rasa Perasaan itu.

Rasa sakit yang tidak berkesudahan

Rasanya aku ingin membunuh Perasaan itu

dengan cara tetap menumbuhkan rasa sakit itu terus menerus

sampai rasa itu terbiasa menjadi Mati Rasa.




Friday, 19 May 2023

Hurt

Sedang Melakukan menyakiti diri sendiri untuk menutupi sakit yang tidak berkesudahan sampai rasa itu MATI 





Saturday, 8 April 2023

AKU MENJAUH

Aku menjauh bukan karna aku membenci kamu..

Aku menjauh karna ada rasa ku untuk kamu..
Apabila aku biarkan akan semakin besar sedangkan rasa itu tak bertuan...

Aku menjauh mencoba untuk menghilangkan rasa itu sedikit demi sedikit,
tidak mudah memang apalagi kita tetap saling melihat dan tau
tanpa saling menyapa...

Aku menjauh karna aku benci dengan diri ku yang teramat bodoh dengan perasaan ini.

Aku menjauh diam tanpa kata
Karna aku ingin melihat rasa yang ada untukku
Aku ingin tau seberapa besar rasa itu untukku
Seberapa diinginkannya aku
Tapi ternyata aku tak pernah sama sekali diinginkan

Aku menjauh karna kamu yang memutuskan untuk pergi

Aku menjauh karna sudah terlalu banyak kamu tau tentang aku
sedangkan tak sedikitpun celah yang ada untuk aku ke kamu
bahkan kamu yang memilih untuk mengakhiri semua

Aku menjauh
karna kamu tau apa yang pernah terjadi dengan ku
tapi kamu menutup mata, telinga dan hati lalu kamu pergi begitu saja
seperti yang sudah sudah.

Aku menjauh karna aku sayang ... 
sayang dengan diriku
Tak ingin lebih dalam lagi menyakiti diri 

Aku menjauh dari semua .. 
Aku tau ini sulit
Tapi percayalah ada masanya aku benar benar tak ingin menoleh lagi...
Mungkin tidak sekarang, esok atau lusa
Tapi Someday...

Yang pastinya

Aku menjauh karna aku teramat kecewa dan terluka
Yang aku sendiri sudah tidak tau cara mengobatinya bagaimana..

Aku menjauh aku diam aku kecewa aku sedih

Dan kamu tak akan pernah peduli dan tak tau rasanya.

Aku menjauh karna ada rasa sayang untukmu

Tuesday, 4 April 2023

THANKS MEDIA (Healing Process)

Hi Media ....

Ternyata aku salah .. aku kira ini mudah dan aku kira aku akan sembuh secepat itu

Dan luka yang ku kira sudah sembuh

ternyata belum sembuh

tapi luka yang kukira belum sembuh

ternyata perlahan membaik.


Dan saat ini aku masih dalam tahap proses untuk sembuh,

sembuh dari luka luka yang ada.

Luka yang ternyata bukan hanya satu

tapi berbagai banyak luka yang harus aku sembuhkan satu per satu

Tak apa setidaknya ada luka yang sudah mulai pulih

perlahan aku nikmati saja prosesnya

sakit memang tapi tak apa


Tuhan ingin aku bisa menjadi lebih kuat lagi

walaupun selama ini aku menghadapinya sendiri

tapi aku bersyukur masih ada teman dan sahabat yang mensupport aku

bahkan orang terdekat dulu yang membuat luka membantu untuk menyembuhkan luka yang sudah dia perbuat, tidak mudah memang tapi tak apa setidak nya dia berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menghargai pilihan ku

Terima kasih untuk diri ku yang sudah bertahan sampai saat ini

sudah bisa lebih bersabar lagi menghadapi pelik kehidupan ini

Tak apa teruslah belajar


Memang hidup ini adalah tempat kita di uji oleh Tuhan untuk menjadi versi terbaik dan terbaik lagi bagi diri kita sendiri

Terima kasih untuk diri ku

yang sudah melepas kan tangis sejadi jadi nya ketika malam tiba hingga terlelap

terima kasih sudah melepaskan emosi itu dengan diri mu sendiri

Terima kasih sudah menjadi teman berdebat dan berdiskusi ketika tidak ada satu orang pun yang bisa di ajak bicara, ya hanya aku dan diri ku

Terima Kasih Aku 

Kamu hebat bisa bertahan sampai disaat seperti ini

Tetaplah bertahan dijalur yang benar dengan diri mu

sampai nanti kelak kau dipertemukan oleh Yang Maha Kuasa

Tetaplah belajar memperbaiki diri


Terkadang ada salah langkah , tak apa

asalkan jangan sampai lupa untuk selalu kembali

Percaya lah Tuhan tau apa yang terbaik untuk aku , karna aku percaya itu

Terima kasih Tuhan untuk segala berkah dan

semua nya yang sudah kau percayakan untuk diri ini.


I LOVE ME

MEDIA 💜


In the sky there are always answers and explanations for everything: every pain, every suffering, joy and confusion

The sky reminds us that all things are possible.